Darmi Pareng *

Saya rindu mencium tangan tua itu..
Wangi kapur barus yang melekat kuat di sinjang** lusuh berkain corak bunga..
Dia hanya ingin tampil sebaik mungkin saat semuanya berkunjung..

Saya rindu melihat senyum keriput tua itu
Keriput yang bahkan tidak bisa menutupi rasa takjub saat mendengarkan percakapan cucu cucunya
Dan kadang mencuri geleng sedikit..
Dia tidak mengerti, hanya ingin menemani..

Saya rindu teriakan amarah di pagi hari..
Saat sang cucu perempuan memasang lagu keras keras..
Dia bukan melarang, hanya mengajarkan tata karma..

***
Nasihat lan pitutur
Kang bener terapna nggo uripmu
Kabeh eling–elingen ja nganthi lali
Aja lali pituturku
Merga sira isih enom

Saya rindu teh hangat di pagi hari dan sarapan seadanya di atas meja..
Saat semuanya baru saja bangun dan dia sudah duduk di atas kompor kayu bakar sejak subuh berkumandang..
Dia hanya ingin melayani..

Dan saya sangat rindu akan lambaian tangan..
Lambaian tangan di depan pintu,semalam apapun deru mobil itu mulai menjauh..
Dia hanya ingin mengantarkan pulang dan berucap terima kasih..

Terima kasih karena telah datang berkunjung..

 

 

*
Nama mbah putri saya

**
sinjang = kain batik

***
Nasehat dan kata kata
Yang baik terapkan untuk hidupmu
Semuanya ingatlah jangan sampai lupa
Jangan lupa kata kataku
Karena kalian masih muda

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s