Tidak salah bukan?

Langit masih sama seperti 4 tahun yang lalu..
Dan mungkin air yang jatuh pun sama dengan air 4 tahun lalu..
Juga hitam dan pekatnya..
Tapi saya tahu kamu tidak lagi sama..

Kemana saja kamu selama ini?
Seperti ibu yang khawatir anaknya pulang malam..
Atau seperti kekasih yang ditinggal merantau..
Atau lebih tepatnya seperti sahabat yang ditinggal melangkah..

Apakah kamu baik baik saja?
Apakah kamu berdiri cantik hari ini?
Apakah kamu berhasil melewati malam ini dengan senyum menawan?
Atau apakah kamu merindukan kami?

Ya,Kami..
Kami yang selalu khawatir akan kuatnya kakimu..
Kami yang selalu siap menopang saat semuanya hampir pecah..
Saat semuanya hampir musnah..

Kamu hanya perlu menapakkan kaki di depan pintu dan mengetuknya perlahan..
Kami akan berhamburan memelukmu dengan hati lapang..
Karena kami rindu..
Dan kami tahu itu tidak salah..

.

.

.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Sigaring Nyawa..

Saya hanya ingin menjadi wanita sederhana..
Yang menerima dalam semua kekurangan..
Dan bersikap apa adanya..

Saya hanya ingin menjadi wanita yang memiliki unggah ungguh tata karma..
Yang mengerti kapan waktu untuk berbicara, dan kapan perlu diam..
Seimbang dalam bersikap..

Saya hanya ingin menjadi wanita yang ngawulo..
Yang patuh pada kehendak garwa..
Patuh dan menerima dalam keadaan yang semestinya..

Saya hanya ingin menjadi wanita jawa..
Wanita yang wani ditata..
Yang gemi nastiti ngati ati..
Gemati lan wani..
Kagem singaring nyawa kulo..

*

*

*

Posted in Uncategorized | Tagged | 2 Comments

Hilang..

Rasanya berlubang besar di dada..
Berlubang besar dan kosong..

Berdarah?
Nanah?

Saya tidak peduli..
Sakitnya sudah menganga..

Merica itu sudah tidak bergaram..

Saya hanya bisa mengerang dan tertunduk kecewa..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

… atau karena saya perempuan?

Hujan lagi..
Dan saya pun menggerutu untuk setiap titik air yang memberi salam pada tanah..
Untuk setiap daun – daun yang basah..

Menggerutu dan hanya bisa menggerutu..

Itulah saya..
Perempuan yang meminta banyak..
Berharap terlalu banyak..

Tunggu sebentar, itu saya atau karena saya perempuan?

*mulai mencari pembenaran

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Cukup pun sudah cukup..

Hari ini dimulai dengan secangkir teh dingin dan makanan sisa kemarin malam..
Tidak ada yang spesial sepertinya..
Hanya terasa pas..

Begitulah kamu

Hadir seperti hujan kemarin sore, semuanya terasa pas..
Tidak besar
Tidak deras..
Hanya gerimis kecil yang turun sempurna..
Yang cukup untuk membasahi jalan..
Cukup..

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

(Begitulah) Perempuan..

Senja tampak cantik hari ini..
Mengenakan kerudung jingga dan tersenyum simpul penuh manja..
Merentangkan sayap memeluk mentari dikala malamnya..

Hujan datang tanpa tahu malu..
Sudah dua kali rupanya tanpa tahu diri menyergap masuk..
Menyuramkan malam yang sudah kelam..
Malam yang sudah berselimut hitam..

“Matahari akan muncul lagi ditemani pagi berselendang kuning tua”, kata lelaki tua di samping perempuan itu berharap..
Lalu sang perempuan akan melipat kerudung jingga dan selimut hitam peninggalan ibunya..
(yang akan ia wariskan kepada anak perempuannya kelak)
Dan segera mencari selendang kuning matang di pasar..
Untuk sekali lagi memberikan setianya..
Menemani terbit mataharinya..

.

.

.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Sabar.. Tuhan sedang bekerja..

Nama : Rinandita Anggareni
No. Anggota : 56819028368120327391
Keperluan : Permohonan Pengabulan Permintaan

Dengan berbekal formulir yang sudah diisi dan bertanda tangan,
Saya menunggu dan menunggu..
Berusaha menyamankan tempat duduk dalam tidak nyaman..
Menyamankan hati yang benar – benar tidak nyaman..
Saya menunggu..

Kertas di tangan saya bernomor 2035,
Nomor di atas televisi dengan siaran semut berjalan itu 109..
Saya menunggu..

118..
Seorang wanita menuju meja customer service dan menangis menceritakan kerinduan akan hadirnya anak dalam kehidupannya..

Saya menunggu..
Bahwa akan tiba saatnya giliran saya nanti

209..
Seorang anak dengan rambut kuncir duanya maju dengan larian kecil dan kemudia meminta boneka untuk hadiah ulang tahunnya yang kelima..

Saya menunggu..
Bahwa akan tiba saatnya giliran saya nanti
Dan Sang Pemilik Segala akan membubuhkan tanda tangan pada kolom disetujui

1908..
Seorang ibu tua memberikan formulir permohonan untuk kehidupan yang baik bagi pasangan hidupnya di kehidupan selanjutnya..

Saya menunggu..
Bahwa akan tiba saatnya giliran saya nanti
Dan Sang Pemilik Segala akan membubuhkan tanda tangan pada kolom disetujui
Pada satu permintaan sederhana

2018..
Seorang pemuda setengah berteriak dan berlari menyebutkan permohonan lulus ujian universitas.. Dia meminta dengan sangat sepertinya..

Saya menunggu..
Bahwa akan tiba saatnya giliran saya nanti
Dan Sang Pemilik Segala akan membubuhkan tanda tangan pada kolom disetujui
Pada satu permintaan sederhana
Untuk kamu selalu ada..

2035..

Jeannette Woitzik

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment